Daftar

Menu

Cari dengan tulisan tangan

Pilih karakter yang Anda tulis

Mulai menulis di kotak.

Tulis satu karakter di kotak. Urutan goresan yang benar memberi hasil terbaik.

Cari dengan radikal

Pilih satu radikal atau lebih untuk melihat kanji.

Memuat…

Kanji yang cocok

Pilih bagian yang terlihat pada kanji. Bagian yang tidak bisa digabung lagi diredupkan.

Cari dengan suara

Pilih bahasa, ketuk mikrofon, lalu ucapkan satu kata atau kalimat pendek.

Cari dari gambar

atau tarik dan lepas, atau tempel (Ctrl+V) gambar di sini

Gambar hanya dibaca untuk mengambil teksnya dan tidak disimpan.

言(い)う

いうiu

Sangat umumKata kerja

Arti

Arti bahasa Indonesia diterjemahkan dari JMdict; arti bahasa Inggris aslinya ditampilkan di bawah setiap arti.

  1. kata kerja golongan 1 (godan, -u)transitif

    mengatakan; berucap; menyatakan

    EN to say; to utter; to declare

    もう言(い)うまい。

    • Aku tidak akan mengatakannya lagi.

    Kata:もう言(い)うまい

  2. menyebut; menamakan; menganggap

    EN to name; to call

  3. kata kerja golongan 1 (godan, -u)intransitif

    berbunyi; mengeluarkan suara

    EN to go (e.g. "the alarm went ping"); to make a noise

    ドアがギーッと言(い)って開(ひら)いた。

    • Pintu terbuka dengan suara derit.

    Kata:言(い)う開(ひら)く

    Terverifikasi

Contoh kalimat 6.785

しきりに「恋(こい)人(びと)欲(ほ)しい」を言(い)う人(ひと)って恋(こい)人(びと)が欲(ほ)しいのではなくて、暇(ひま)な時(とき)、イベントごとにとりあえずおもちゃ箱(ばこ)から出(だ)して退(たい)屈(くつ)をしのげる存(そん)在(ざい)か、嫌(いや)なことがあった時(とき)、何(なに)から何(なに)まで肯(こう)定(てい)して絶(ぜっ)対(たい)的(てき)味(み)方(かた)でいてくれる精(せい)神(しん)安(あん)定(てい)剤(ざい)みたいな存(そん)在(ざい)が欲(ほ)しい訳(わけ)で、偶(ぐう)然(ぜん)両(りょう)方(ほう)の効(こう)用(よう)を持(も)つのが恋(こい)人(びと)だった、ってところ?

  • Orang yang terus-menerus bilang 'aku ingin pacar' itu sebenarnya bukan ingin pacar, tapi saat sedang senggang atau ada acara, mereka cuma ingin seseorang yang bisa diambil dari kotak mainan untuk mengusir rasa bosan, atau saat ada hal buruk terjadi, mereka ingin sosok seperti obat penenang yang akan menyetujui segalanya dan selalu berada di pihak mereka; dan kebetulan, pacar adalah sosok yang memiliki kedua manfaat tersebut?

ホームで並(なら)ぶというルールは、共(きょう)同(どう)体(たい)の道(どう)徳(とく)から来(き)ている。この道(どう)徳(とく)を言(い)ったり守(まも)ったりさせているものは損(そん)得(とく)の判(はん)断(だん)、つまり知(ち)性(せい)だと言(い)える。ホームのような場(ば)所(しょ)で利(り)己(こ)的(てき)に振(ふ)る舞(ま)うことによる身(み)の危(き)険(けん)を知(ち)性(せい)はよく知(し)っている。だから、私(わたし)たちはホー ムで行(ぎょう)儀(ぎ)よく並(なら)ぶ。ドアが開(ひら)くまでは我(が)慢(まん)して並(なら)ぶのである。

  • Aturan untuk mengantre di peron berasal dari moralitas komunitas. Bisa dikatakan bahwa hal yang membuat moralitas ini diucapkan dan dipatuhi adalah penilaian untung-rugi, yaitu kecerdasan. Kecerdasan sangat memahami bahaya yang mengancam jika seseorang berperilaku egois di tempat seperti peron. Itulah sebabnya kita mengantre dengan tertib di peron. Kita bersabar mengantre sampai pintu terbuka.

「この前(まえ)さぁ、先(せん)輩(ぱい)が『10時(じ)10分(ふん)前(まえ)に集(しゅう)合(ごう)してください』って言(い)うからさぁ、俺(おれ)、10分(ふん)前(まえ)の10時(じ)に行(い)ったのに『遅(おそ)い!』って怒(おこ)られたんだけど、もうねぇ、意(い)味(み)わからん」「そりゃぁ、怒(おこ)られるよ」「えっ。なんで?10時(じ)10分(ぶん)の前(まえ)でしょ?10時(じ)に行(い)けばよくない?」「10時(じ)10分(ふん)前(まえ)って言(い)ったら、10時(じ)の10分(ふん)前(まえ)ってことよ?」「えっ!?」

  • "Kemarin senior bilang 'Kumpul jam sepuluh kurang sepuluh (10-ji 10-pun mae)', jadi aku datang jam sepuluh, sepuluh menit sebelum 10.10, malah dimarahi 'Telat!' Aku tidak mengerti." "Ya wajar dimarahi." "Lho, kenapa? 'Sebelum 10.10' kan? Datang jam sepuluh bukannya cukup?" "'10-ji 10-pun mae' itu artinya sepuluh menit sebelum jam sepuluh, tahu?" "Hah!?"

それから幾(いく)千(せん)年(ねん)かを隔(へだ)てた後(あと)、この魂(たましい)は無(む)数(すう)の流(る)転(てん)を閲(えっ)して、また生(なま)を人(にん)間(げん)に託(たく)さなければならなくなった。それがこう云(い)う私(わたし)に宿(やど)っている魂(たましい)なのである。だから私(わたし)は現(げん)代(だい)に生(うま)れはしたが、何(なに)一(ひと)つ意(い)味(み)のある仕(し)事(ごと)が出(で)来(き)ない。昼(ひる)も夜(よる)も漫(まん)然(ぜん)と夢(ゆめ)みがちな生(せい)活(かつ)を送(おく)りながら、ただ、何(なに)か来(く)るべき不(ふ)可(か)思(し)議(ぎ)なものばかりを待(ま)っている。ちょうどあの尾(お)生(ぶ)が薄(はく)暮(ぼ)の橋(はし)の下(もと)で、永(えい)久(きゅう)に来(こ)ない恋(こい)人(びと)をいつまでも待(ま)ち暮(くら)したように。

  • Setelah melewati ribuan tahun, jiwa ini telah menyaksikan siklus reinkarnasi yang tak terhitung jumlahnya, dan kini harus kembali menitipkan kehidupan kepada manusia. Itulah jiwa yang bersemayam di dalam diriku yang seperti ini. Karena itulah, meskipun aku lahir di zaman modern, aku tidak bisa melakukan satu pun pekerjaan yang berarti. Sambil menjalani hidup yang hanya melamun tanpa tujuan siang dan malam, aku hanya menunggu sesuatu yang misterius yang akan datang. Persis seperti Oio yang menghabiskan waktu menunggu kekasihnya yang tak kunjung datang di bawah jembatan saat senja.

「お祝(いわ)いを預(あず)かってきたんだけど、お礼(れい)の電(でん)話(わ)を入(い)れといてね」「あっ、はい。ところで、この『高(たか)広(ひろ)』さんって、どこの方(ほう)なんですか?」「それは、屋(や)号(ごう)で寺(てら)の向(む)かいの高(たか)岡(おか)さんよ」「じゃぁ、この『高(たか)野(の)』っていうのも屋(や)号(ごう)なんですか?」「違(ちが)う違(ちが)う。それは、本(ほん)名(みょう)でうちの2件(けん)上(じょう)の家(いえ)よ。屋(や)号(ごう)は『野(の)上(がみ)』ね」「??お礼(れい)の電(でん)話(わ)をする時(とき)には、屋(や)号(ごう)で言(い)った方(ほう)がいいんですか?それとも本(ほん)名(みょう)?」「どっちでもいいわよ」

  • “Aku tadi dititipkan hadiah perayaan, jadi tolong telepon untuk mengucapkan terima kasih, ya.” “Ah, baik. Ngomong-ngomong, orang yang bernama ‘Takahiro’ ini dari mana ya?” “Itu nama usahanya, orangnya si Takaoka yang di seberang kuil.” “Lalu, apakah ‘Takano’ ini juga nama usaha?” “Bukan, bukan. Itu nama aslinya, dia tinggal di rumah dua pintu di atas rumah kita. Nama usahanya ‘Nogami’.” “?? Saat menelepon untuk berterima kasih, sebaiknya saya menyebut nama usaha atau nama aslinya?” “Terserah mana saja.”

Masuk untuk lanjut